Sindroma hipokondriasis mempunyai gejala fisik meliputi; (1) merasakan perubahan fisiologis tubuh yang menjadi alasan untuk berobat ke dokter, misalnya nyeri dada, nyeri pinggang, sakit kepala dll, (2) Patologi organ (-) dan mekanisme patofisiologik (-).
Gejala psikis-nya berupa; (1) interpretasi tidak realistis terhadap fisiologi tersebut (khawatir penyakitnya berbahaya), (2) preokupasi terhadap kesehatannya, (3) preokupasi terhadap satu penyakit (misal cardiac neurosis bila terhadap penyakit jantung) atau beberapa sistem tubuh sekaligus, (4) ketakutan tersebut menetap walaupun telah diberikan bukti-bukti yang menyangkalnya.
Gejala psikis-nya berupa; (1) interpretasi tidak realistis terhadap fisiologi tersebut (khawatir penyakitnya berbahaya), (2) preokupasi terhadap kesehatannya, (3) preokupasi terhadap satu penyakit (misal cardiac neurosis bila terhadap penyakit jantung) atau beberapa sistem tubuh sekaligus, (4) ketakutan tersebut menetap walaupun telah diberikan bukti-bukti yang menyangkalnya.
Tidak ada indikasi untuk pemberian farmakoterapi, bahkan akan menambah keyakinan pasien bahwa dirinya sakit. Harus dicegah pemeriksaan diagnostik yang berlebihan agar tidak memberikan komplikasi lain akibat pemeriksaan.


