Di UGD seringkali dijumpai penderita yang menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan keadaan klinis yang sebenarnya, misalnya kejang-kejang namun tidak sesuai dengan pola kejang yang biasanya, contoh lainnya adalah pingsan tetapi tidak seperti pingsan yang sebenarnya. Hal ini dinamakan histeria. Bila berkaitan dengan kelumpuhan anggota gerak, maka dinamakan histeria paralisis. Bila berkaitan dengan pingsan, dinamakan koma psikogenik. (more…)
November 14, 2007
Kepemimpinan
Secara umum tugas kepemimpinan berorientasi kepada dua hal yaitu fungsi pekerjaan (task function) dan fungsi kekompakan (relationship function). Pekerjaan dapat dibagi dua yaitu kerja tinggi dan kerja rendah, sedangkan kekompakan juga dibagi menjadi dua yaitu kompak tinggi dan kompak rendah. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam kepemimpinan yaitu gaya kepemimpinan dan cara mempengaruhi kelompok. (more…)
November 13, 2007
Sindroma Anxietas
Sindroma anxietas ditandai dengan gejala-gejala kecemasan. Ada 4 inti gejala kecemasan yaitu gejala motorik, gejala otonomik, khawatir dan kewaspadaan berlebihan. (1) Gejala motorik meliputi: gemetar, muka tegang, nyeri otot, nyeri dada, letih, pegal, tics pada wajah, sakit kepala, sakit leher dan gejala lainnya yang berkaitan dengan fungsi otot. (2) Gejala otonomik berupa hiperaktivitas saraf otonomik terutama saraf simpatis ditandai dengan gejala; palpitasi, hiperhidrosis, sesak nafas, diare, parestesia dll. (more…)
November 11, 2007
Sindroma Somatik Psikogenik
Sindroma somatik psikogenik merupakan suatu kumpulan gejala klinis fisik atau somatik yang disebabkan oleh faktor psikologik atau mental emosional. Dalam klinis sehari-hari, seringkali dijumpai penderita yang menyampaikan keluhan fisik namun setelah dilakukan pemeriksaan, baik fisik maupun penunjang tidak dijumpai adanya gangguan fisik tertentu, bahkan yang dijumpai adalah masalah yang berkaitan dengan emosional dan mental. Menurut beberapa disiplin ilmu kedokteran (salah satu contohnya bidang ilmu penyakit dalam), sindroma ini hanya dikenal dengan satu nama, yaitu sindroma psikosomatis, namun dalam disiplin ilmu psikiatri, sindroma ini meliputi hal yang lebih luas lagi. Menurut beberapa sumber ilmu psikiatri, sindroma ini secara praktis terdiri dari 10 sindroma pokok yaitu sindroma anxietas, sindroma depresi, sindroma konversi, sindroma hipokondriasis, sindroma nyeri psikogenik, sindroma somatisasi, sindroma psikosomatik, sindroma malingering, sindroma waham somatik dan sindroma stres psikososial. (more…)
November 10, 2007
Senam “Positive Points” Otak (7)
Latihan ini dapat mencegah timbulnya respons yang menolak pengaktifan. Caranya, sentuhlah dengan lembut kedua tonjolan di dahi (antara batas rambut dan alis mata) dengan ujung jari tangan untuk menghilangkan stres. Lalu bayangkan hal-hal positif yang ingin anda capai. Cobalah menutup mata. Lepaskan tekanan di dalam tubuh agar anda merasa rileks dan nyaman. Positive Points sangat berguna untuk melatih daya ingat dan relaksasi. Latihan ini dapat pula dilakukan dengan bantuan orang lain. Enam gerakan senam otak tersebut (mulai gerakan pertama sampai gerakan keenam), dapat mengubah anda menjadi manusia baru. Dengan berlatih secara teratur, anda terbebas dari stres. Dapat dilakukan sendiri atau beramai-ramai. Sepuluh menit yang menyehatkan.
November 9, 2007
Senam “The Thinking Cap” Otak (6)
Latihan ini berpusat pada telinga. Tariklah daun telinga ke belakang dengan lembut sambil memutar-mutarnya. Anda dapat mulai dari puncak telinga, pelan-pelan turun ke bawah dan ke sekeliling garis lengkung, lalu berakhir di dasar cuping. Sebaiknya gerakan ini dilakukan sambil menahan garis dagu dengan nyaman dan kepala tegak. Latihan ini dapat diulang tiga kali atau Iebih. Gerakan-gerakan ini merangsang sekitar 400 titik di dalam telinga, yang berhubungan dengan semua fungsi tubuh dan otak. Karena itu, Thinking Cap dapat meningkatkan kesadaran pendengaran, ketahanan fisik dan mental, keterampilan berpikir, menyimak, dan daya ingat. Juga dapat memperbaiki napas dan energi, meningkatkan resonansi suara, merilekskan rahang, lidah, dan otot-otot muka.
November 8, 2007
Senam “Brain Buttons” Otak (5)
Di dalam dunia akupuntur, Brain Buttons dikenal sebagai Kindney 27. Brain Buttons merupakan jaringan lembut di bawah tulang selangka (klavikula), pada sisi kiri dan kanan tulang dada (sternum). Jaringan ini dapat dipijat keras-keras untuk merangsang titik-titik di sekitarnya. Pijatlah selama 20 sampai 30 detik dengan menggunakan satu tangan sambil menyentuh pusar dengan tangan lainnya. Gunakan tangan kiri dan kanan secara bergantian untuk mengaktilkan kedua bagian otak. Latihan ini berguna untuk menjaga keseimbangan badan kiri dan kanan, mempertinggi tingkat energi, memperbaiki relaksasi seluruh tubuh dan dapat merilekskan otot mata yang tegang atau lelah. Dampaknya, anda dapat lebih terampil dalam menulis, mengetik, dan melakukan berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan mata.
November 7, 2007
Senam “The Elephant” Otak (4)
Metodanya mirip dengan gerakan lazy 8. Julurkan salah satu tangan ke samping. Lalu “lekatkan” telinga kiri ke bahu kiri atau telinga kanan ke bahu kanan. Letakkan secarik kertas di antaranya, untuk mengontrol agar posisi itu tidak berubah (merenggang). Bukalah kedua mata. Tangan yang menjulur tadi mulai melakukan gerakan angka 8 “tidur”, dimulai dari titik tengah ke arah atas. Otomatis kepala akan mengikuti gerakan tersebut. Latihan ini dapat dilakukan sambil duduk. The Elephant berfungsi memadukan otak yang berhubungan dengan sistem pendengaran. Gerakan mi membebaskan leher dari tekanan-tekanan yang salah dalam persepsi bunyi. Dalam gerakan Elephant, biasanya dada, kepala, dan titik lengan serta fungsi tangan merupakan sebuah unit tunggal. Unit ini akan bergerak mengelilingi jarak khayal Lazy 8, dengan mata yang terfokus pada tangan. Latihan ini akan meningkatkan kemampuan anda dalam mendengar dan mengeja, memahami, dan berbicara.
November 6, 2007
Senam “Lazy 8″ Otak (3)
Berdirilah dalam posisi tegak. Titik tengah pada garis mata, jadikan titik tengah angka 8. Ambil posisi yang nyaman dan gambarlah dengan tangan angka 8 “tidur” sebesar-besarnya, dimulai tepat dari titik tengah tadi. Boleh dilakukan dengan menggunakan tangan kiri dulu untuk mengaktifkan otak kanan secepatnya. Mulailah dari titik tengah dan berpindah sesuai arah jarum jam. Dari kanan atas, berputar ke titik tengah, kemudian ke kiri atas, berputar lagi ke titik tengah. Dapat pula dilakukan dari titik tengah ke kiri atas dan seterusnya. Ulangi gerakan ini sekurang-kurangnya tiga kali. (more…)
November 5, 2007
Senam “Cross Crawl” Otak (2)
Dalam latihan ini, gerakkan tangan kanan dan kiri anda bergantian sambil menyentuh lutut yang berlawanan, sementara itu kaki berjalan di tempat. Lakukan dalam waktu beberapa menit setiap hari. Tujuan gerakan ini adalah agar kedua bagian otak anda bekerja secara simultan. Gerakan cross crawl ini dapat pula anda lakukan sambil duduk. Sebaiknya latihan dilakukan dengan diiringi musik yang sesuai. Setelah berlatih secara teratur, mudah-mudahan kemampuan anda dalam mengeja, menulis, mendengar, membaca dan memahami akan bertambah.


