Hilary’s Blog

October 7, 2007

Tahapan Pengguna Narkoba

Filed under: napza — Hilary @ 7:44 am

gjthumbnail.gif

Tahapan pengguna narkoba penting untuk diketahui oleh bukan hanya dokter yang menegakkan diagnosis melainkan juga penting bagi para orangtua, agar tidak merasa risau atau cemas waktu mendapatkan kondisi anak mereka yang ditemukan sedang mengkonsumsi narkoba. Secara umum terdapat 5 tahapan pengguna narkoba, yaitu:

1) Tahap Eksperimen (tahap mencoba-coba), dengan pengertian pernah sekali atau beberapa kali mencoba memakai narkoba dalam waktu relatif singkat untuk kemudian berhenti. Biasanya motif pada tahap ini adalah rasa keingintahuan yang tinggi dan ingin mendapatkan pengalaman yang luar biasa seperti yang diceritakan oleh teman-temannya. Mitosnya adalah mengkonsumsi narkoba berarti merasakan kenikmatan yang luar biasa. Di sini peran teman pergaulan sangat penting dalam mempengaruhi pola perilaku anak. Seorang anak akan dipengaruhi oleh temannya yang biasa menggunakannya dengan segala cara dan bila perlu diberikan zat tersebut secara gratis pada awalnya (pada tahap coba-coba ini), baru setelah itu ada imbalannya, karena sang anak sudah terlanjur ketagihan.

2) Tahap rekreasi (tahap rekreasi sosial), pemakaian lebih sering dan menggunakan satu atau beberapa macam obat secara sendirian atau bersama-sama dalam satu kelompok, yang waktunya disepakati terlebih dahulu secara bersama-sama. Di tahap ini mulai tumbuh rasa setia kawan dan teman sependeritaan sesama pengguna narkoba.

3) Tahap situasional (pada situasi dan keadaan tertentu), biasanya pemakaian dalam situasi tertent, biasanya dalam keadaan stres yang meningkat seperti menghadapi ujian, kecewa karena gagal ujian, untuk menghilangkan rasa kantuk, untuk meningkatkan prestasi sekolah dan olahraga, menghilangkan rasa malu dan ragu-ragu. Namun di sini telah terjadi pola perilaku pengulangan bila berhadapan dengan kondisi tersebut. Risiko untuk ketagihan lebih mungkin terjadi pada tahap situasional ini.

4) Tahap abuse (tahap penyalahgunaan), biasanya pemakaian sudah dalam jangka waktu yang lama, motif utamanya biasanya untuk mengurangi perasaan tidak enak terutama cemas, kekecewaan, kesedihan dan kemurungan. Stresor yang dialami oleh pengguna biasanya sudah berlangsung lama dan kemungkinan sudah terdapat adanya komorbiditas (diagnosis ganda) seperti depresi dsb.

5) Tahap adiksi (tahap ketagihan), penderita sudah sulit untuk menghentikan pemakaian narkoba karena sudah terjadi adiksi yang berlangsung lama. Ketergantungannya baik berupa fisik maupun psikis, dan terdapat okupasi untuk mendapatkan obat dalam jumlah yang cukup untuk mengurangi gejala tidak enak (sakau) yang dialaminya apabila pemakaian obat dihentikan.

2 Comments »

  1. thanks buat info-nya…🙂

    Comment by harry — October 8, 2007 @ 1:40 pm | Reply

  2. thank’s info nya semoga bermanfaat

    Comment by aa — December 25, 2007 @ 6:17 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: